My Info

.: SELAMAT DATANG :.

Terimakasih sudah berkunjung disini, Saya berharap semoga artikel di Blog ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi kita.

Catatan Pesan :

"Aku tidak pernah tahu hari akhir yang akan ditetapkan untukku, maka kujadikan hari-hariku seluruhnya layaknya hari terakhir, karena bisa saja dan pasti datangnya diantara hari-hariku nanti ada yang menjadi hari terakhir bagiku..."

Yan Sofyanz

    -

17 Maret 2012

Tuhan Tolong Bantulah Aku

Terkubur aku dalam kebekuan semu, terdampar aku dalam diam kehampaan, terlena aku dalam kekosongan, tercecer aku dalam putih lembaran kehidupan, tergoda aku oleh seribu keramaian, terfikir olehku untuk bergetar dan merasakan alam yang kini tertutupi oleh fatamorgana dan kepalsuan, di mana jiwa-jiwa suci yang terseret oleh arus kebingungan yang seolah tak dapat lagi untuk dipertanggung jawabkan, lalu apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku tunggu, apa memang ini bagian dari kemunafikan oleh sifat dan sikap sendiri, lalu bagaimana jika ini terus-terusan terjadi, apa memang inilah yang harus aku jalani, tak bisakah menerima dan menjalani ini semua tanpa ada rasa pasrah dan berdiam diri, kemana harus aku bawa semua yang aku alami, apa cukup sampai disini, ataukah memang ini hanya sebuah gambaran yang memang harus aku tembus dengan kekuatan yang tersimpan didalam diri, atau memang aku harus membiarkan semua ini hidup mengakar dalam hitamnya hati yang aku miliki, Tuhan.

Kapan waktu itu tiba, bilakah waktu itu akan datang, tolong bawa diri dan hati ini terbang bersama malaikat penuntun kebaikan, ku serahkan semua yang aku miliki dan ku pasrahkan semua yang kini coba aku rasakan, hanya bimbingan dan tatapan mesra darimu yang aku inginkan, bisakah engkau berikan semua itu untukku Tuhan, semoga Engkau berkenan.

Jika boleh aku meminta kepadaMu, dan jika Engkau mengizinkan semua yang aku inginkan tentu ini akan tidak adil bagi yang lain, tapi aku ingin Engkau mencurahkan kemurahan yang Engkau miliki, agar Engkau tidak diam dan membisu kepadaku, aku akan terus menujuMu, agar pintu maaf dan pintu rahmatMu terbuka untukku. Getar-getar asmara telah tumbuh berkelana dalam luas jiwa dan sanubari kehidupan batin yang tak terbatasi oleh apapun.

Gelombang–gelombang asmara ini bertengger di puncak kemarahanya ia seolah menuntut haknya untuk mendapatkan apa yang dia butuhkan, aku berharap Engkau tidak keberatan, untuk membiarkan hati dan jiwa ini bertengger dengan kekasihnya dan dengan Tuhanya, yaitu Engkau, Allah. Karena ini kehendak, Tuhan! Dan sulit bagiku untuk membendung, karena semua ini terjadi begitu saja laksana embun yang terus menyentuh dinginya bumiMu. Semua telah terbengkalai telah tercecer tak ada lagi, lalu apa yang bisa membuatku bertahan melain kan mendapatkan sentuhanMu, Tuhan.

Kini lantai yang aku jadikan alat sebagai tempat bermesraan seolah diam dan membisu. Apa yang terjadi? Apa memang tak adalagi pelangi yang mampu membawaku terbang kelangit indahMu, ataukah kepalaku sudah tak selayaknya lagi belutut dibawah kekuasaanMu? Lalu apa yang harus aku lakukan? Sungguh sulit terungkapkan? Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Di manapun aku melangkah aku ingin Engkau ada dihatiku selalu, dan aku tak ingin Engkau pergi, walaupun hanya sekedar pergi.

Tuhan, apa tanganMu enggan menyentuhku dan membawaku kedalam golongan kekasihMu, ataukah usahaku selama ini tidak berarti hingga Enggkau selalu ingin pergi dan enggan merubahku dengan kekuasaan yang Engkau miliki.

Sisi hidupku telah bertengger seolah melebihi kekuasaanmu Tuhan. Namun, apa memang semua ini bagian dari rencanaMu, agar hambaMu berkenan untuk terus melantunkan Ayat-Ayat yang Engkau turunkan, ataukah ini murni kesalahan dari umatMu yang selama ini tidak pernah mau mengerti dan merasa bahwa diri ini telah terkotori oleh virus-virus yang obatnya hanya bisa didapatkan dari sang Ilahai Rabbi.

Torehan demi torehan telah terukirkan, walau terkadang tidak terumuskan maksud yang diinginkan, namun, apa memang semua ini harus ditinggalkan, tentu Engkau Maha Tahu dan Maha Kasih. Menyelamatkan setitik iman bukanlah suatu kebetulan tapi itu memanng harus dilakukan, agar Tuhan tidak sungkan lagi, untuk mencurahkan apa yang seharusnya diterima oleh manusia yang sebenarnya tinggal menumpang dibumi Tuhan.

Tuhan telah kubangun rasa penuh kesabaran, dan keteguhan dari hati yang paling dalam, untuk terus berjuang menuju keridhaanMu, Tuhan. Semoga terus Engkau buka pintu kasihMu demi indahnya suasana tempat yang telah Engkau siapkan. 

Tuhan Tolong Bantulah Aku ...

Baca Artikel Menarik Lainnya di :: Sekedar Berbagi Rasa ::

Artikel Tuhan Tolong Bantulah Aku Dipublikasikan pada hari Sabtu, Maret 17, 2012. Semoga Tulisan ini dapat memberi manfaat dan menambah Wawasan Kita semua. Terimakasih telah berkunjung di Blog ini serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jazakumullahu khoiron.


Next Prev home
Alexa Rank
TopOfBlogs Text Backlink Exchanges My Ping in TotalPing.com Subscribe in Bloglines Add to The Free Dictionary